Menu

Mode Gelap
Komisi V DPR RI Fasilitasi Sertifikasi Tukang Baja Ringan di Bekasi Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri

Info Akademia

Wali Kota Bekasi: Sekolah dan Komite Tidak Boleh Bebani Orang Tua Murid untuk Studi Tour dan Wisuda

badge-check

Wali Kota Bekasi: Sekolah dan Komite Tidak Boleh Bebani Orang Tua Murid untuk Studi Tour dan Wisuda Perbesar

Matras News, Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya kehadiran aparatur pemerintah sebagai eksekutor, bukan sekedar administrator dalam hal ini karena beberapa aduan dari masyarakat mengenai pelayanan publik yang tengah ramai di media sosial.

Hal tersebut di tuangkan Tri Ahianto saat memimpin apel pagi bersama seluruh ASN dan pejabat struktural Pemerintah Kota Bekasi, Senin pagi (21/04).

Tri Adhianto menegaskan, Aparatur bukan hanya mencatat dan mendata, tapi harus hadir langsung menyelesaikan masalah di lapangan. Respons cepat terhadap keluhan masyarakat adalah wujud nyata dari komitmen kita sebagai pelayan publik,” tegasnya.

“Saya merespon sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, seperti keluhan tentang pipa gas yang bocor, layanan tenaga medis untuk penyakit ISPA, hingga permasalahan infrastruktur jalan dan trotoar.

Setiap aduan di media sosial adalah suara masyarakat yang perlu kita dengar dan tindak lanjuti dengan aksi nyata,” kata Tri Adhianto bernada tegas.

Saya tengah menyoroti viralnya kondisi pedestrian di sekitar Stasiun Bekasi yang digunakan pedagang kaki lima, dalam hal ini, Kepala Dinas untuk turun langsung ke lapangan perlunya ketegasan ditegakkan.

“Tidak ada kepentingan apapun selain memastikan hak pejalan kaki dan estetika kota terjaga. Jangan sampai setelah ditertibkan hanya berakhir di unggahan media sosial tanpa ada tindak lanjut nyata,” kata Wali Kota.

Baca Juga ; Perpisahan Murid Kelas 9 SMPN 25 Kota Bekasi Capai 2.2 Juta

Wali Kota Bekasi juga mengingatkan pentingnya pengendalian terhadap aktivitas galian yang dilakukan oleh penyedia layanan swasta.

“Kita mendukung investasi, tapi bukan berarti memberikan izin tanpa kontrol. Mereka wajib mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula. Jangan sampai merugikan pelayanan publik kita,” tegasnya.

Wali Kota Bekasi Meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Dukcapil mengambil langkah strategis dalam menyambut PPDB 2025. Ia juga menyinggung maraknya studi tour dan wisuda yang dilaksanakan di luar sekolah.

“Pastikan kegiatan tersebut tidak membebani orang tua murid. Komite sekolah jangan sampai menyerahkan tanggung jawab kepada guru untuk urusan yang bukan tugasnya,” katanya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

24 Juli 2026 - 02:28 WIB

Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

22 Juli 2026 - 00:04 WIB

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI

21 Juli 2026 - 00:05 WIB

Kampus Merah Putih: Mengukur Dampak Diskursus, Bukan Sekadar Ranking

20 Juli 2026 - 00:04 WIB

Gubernur DKI Jakarta Resmikan Gedung SMA Labschool Ciracas

20 Juli 2026 - 00:02 WIB

Trending di Info Akademia