Menu

Mode Gelap
Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

Info Akademia

Wali Kota Bekasi: Sekolah dan Komite Tidak Boleh Bebani Orang Tua Murid untuk Studi Tour dan Wisuda

badge-check


					Wali Kota Bekasi: Sekolah dan Komite Tidak Boleh Bebani Orang Tua Murid untuk Studi Tour dan Wisuda Perbesar

Matras News, Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya kehadiran aparatur pemerintah sebagai eksekutor, bukan sekedar administrator dalam hal ini karena beberapa aduan dari masyarakat mengenai pelayanan publik yang tengah ramai di media sosial.

Hal tersebut di tuangkan Tri Ahianto saat memimpin apel pagi bersama seluruh ASN dan pejabat struktural Pemerintah Kota Bekasi, Senin pagi (21/04).

Tri Adhianto menegaskan, Aparatur bukan hanya mencatat dan mendata, tapi harus hadir langsung menyelesaikan masalah di lapangan. Respons cepat terhadap keluhan masyarakat adalah wujud nyata dari komitmen kita sebagai pelayan publik,” tegasnya.

“Saya merespon sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, seperti keluhan tentang pipa gas yang bocor, layanan tenaga medis untuk penyakit ISPA, hingga permasalahan infrastruktur jalan dan trotoar.

Setiap aduan di media sosial adalah suara masyarakat yang perlu kita dengar dan tindak lanjuti dengan aksi nyata,” kata Tri Adhianto bernada tegas.

Saya tengah menyoroti viralnya kondisi pedestrian di sekitar Stasiun Bekasi yang digunakan pedagang kaki lima, dalam hal ini, Kepala Dinas untuk turun langsung ke lapangan perlunya ketegasan ditegakkan.

“Tidak ada kepentingan apapun selain memastikan hak pejalan kaki dan estetika kota terjaga. Jangan sampai setelah ditertibkan hanya berakhir di unggahan media sosial tanpa ada tindak lanjut nyata,” kata Wali Kota.

Baca Juga ; Perpisahan Murid Kelas 9 SMPN 25 Kota Bekasi Capai 2.2 Juta

Wali Kota Bekasi juga mengingatkan pentingnya pengendalian terhadap aktivitas galian yang dilakukan oleh penyedia layanan swasta.

“Kita mendukung investasi, tapi bukan berarti memberikan izin tanpa kontrol. Mereka wajib mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula. Jangan sampai merugikan pelayanan publik kita,” tegasnya.

Wali Kota Bekasi Meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Dukcapil mengambil langkah strategis dalam menyambut PPDB 2025. Ia juga menyinggung maraknya studi tour dan wisuda yang dilaksanakan di luar sekolah.

“Pastikan kegiatan tersebut tidak membebani orang tua murid. Komite sekolah jangan sampai menyerahkan tanggung jawab kepada guru untuk urusan yang bukan tugasnya,” katanya.

Baca Lainnya

Alumni LPDP Ini Pilih Bangun Bisnis Lokal dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

5 Maret 2026 - 01:35 WIB

Dua Pelajar Bekasi Raih Medali di Ajang Internasional

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

Pemerintah DIY Wajibkan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Mulai 2026

27 Februari 2026 - 02:06 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

23 Februari 2026 - 01:58 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

Beacon Academy Dukung 7 Anak dengan Cerebral Palsy dan Epilepsi

13 Februari 2026 - 14:17 WIB

Trending di Info Akademia