Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi Minta HILLSI Perkuat Pelatihan Link and Match Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Lingkungan Nyaman Kadin Kota Bekasi Resmi Gelar Mukota VI 5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi

Info Akademia

Wali Kota Bekasi Sidak Pra-Pendaftaran SPMB 2025

badge-check


					Foto : Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tinjau Langsung Pelaksanaan Pra-Pendaftaran SPMB 2025 di SMPN 4 dan SMPN 54 Kota Bekasi Perbesar

Foto : Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tinjau Langsung Pelaksanaan Pra-Pendaftaran SPMB 2025 di SMPN 4 dan SMPN 54 Kota Bekasi

Matras News, Bekasi – Menjelang dibukanya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, sejumlah orang tua siswa di Kota Bekasi mengeluhkan kendala teknis dalam sistem pendaftaran daring.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 54 untuk memantau pelaksanaan pra-pendaftaran SPMB dan mengevaluasi sistem yang digunakan.

Keluhan utama yang disampaikan orang tua melalui media sosial dan saluran pengaduan terkait dengan ketidaksesuaian antara alamat pada KTP/Kartu Keluarga (KK) dengan titik koordinat yang terdeteksi sistem di laman spmb.bekasikota.go.id. Hal ini menyebabkan kesulitan saat proses verifikasi domisili.

“Kami menerima laporan bahwa beberapa pendaftar kesulitan saat memasukkan titik koordinat sesuai domisili. Ini harus segera dibenahi agar tidak ada siswa yang dirugikan,” tegas Tri Adhianto saat berdialog dengan operator sekolah dan perwakilan orang tua.

Dalam kunjungannya, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi serta jajaran terkait untuk memastikan sistem berjalan optimal. Ia meminta agar tim IT memperbaiki glitch teknis sekaligus meningkatkan sosialisasi mekanisme pendaftaran.

Tri menegaskan bahwa sistem SPMB 2025 dirancang dengan prinsip keadilan, objektivitas, dan transparansi, mengutamakan zonasi untuk pemerataan akses pendidikan. “Sistem zonasi ini harus dijaga ketat agar tidak ada celah untuk manipulasi atau titipan siswa,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan operator sekolah untuk memberikan pendampingan maksimal bagi orang tua yang mengalami kesulitan pendaftaran. “Layanan responsif dan solutif harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah antisipatif Pemkot Bekasi untuk meminimalisir kendala sebelum pendaftaran resmi dibuka. Beberapa langkah perbaikan yang akan segera dilakukan meliputi:

Dengan langkah proaktif ini, Wali Kota berharap proses SPMB 2025 berjalan lancar dan memenuhi asas keadilan. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hak pendidikannya karena kendala administrasi,” pungkas Tri.

Pemantauan serupa akan terus dilakukan di sejumlah sekolah lain sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia