Puspa Nuswantara 2026 mengusung tema “Rupa Makna Tambal Nusantara”. Motif “Tambal” dipilih sebagai ikon pameran karena dinilai merepresentasikan keberagaman motif batik Indonesia yang disatukan dalam satu komposisi utuh.
Melalui instalasi khusus di lobi utama, pengunjung dapat menyaksikan interpretasi motif Tambal dari berbagai daerah, mulai dari gaya keraton Yogyakarta hingga gaya pesisir Cirebon.
Pameran ini tidak sekadar menjadi ajang transaksi. APPBI merancang berbagai program pendukung seperti fashion show, talkshow, workshop membatik, pertunjukan seni budaya, dan peluncuran batik Puspawicitra karya GKBRAA Paku Alam X.
Ada pula bedah buku “Batik Tiga Negeri” karya Komarudin Kudiya dan Afif Syakur untuk memperkuat literasi batik nasional.
Ketua Panitia, Dr. Komarudin Kudiya, menegaskan bahwa pameran ini adalah langkah awal membangun ekosistem industri batik yang lebih kuat, serta ruang apresiasi dan kolaborasi bagi para perajin.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.