MATRASNEWS, TANGSEL – Ironi menimpa Bunga Sekar Anjani (15), atlet sepak bola putri asal Tangerang Selatan yang tengah membela Indonesia di turnamen internasional Swedia. Namanya tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Provinsi Banten melalui jalur prestasi non-akademik. Padahal, ia telah mengantongi sederet prestasi dan rekomendasi resmi.
PSSI Kota Tangsel mengungkapkan seluruh persyaratan administrasi seperti sertifikat kejuaraan nasional hingga internasional, serta rekomendasi dari KONI, Dispora, dan PSSI Provinsi Banten, telah dilengkapi. Namun, berkas tersebut ditolak pihak sekolah dengan alasan tidak terdaftar dalam sistem sertifikasi yang menjadi acuan seleksi.
Kondisi diperparah dengan kendala teknis saat pendaftaran. orang tua Bunga, mengaku harus bolak-balik ke SMAN 2 dan SMAN 7 Tangsel karena sistem daring kerap gagal dan hanya mengizinkan unggahan satu sertifikat. “Saya kira setelah verifikasi selesai semuanya aman, tapi saat hasil diumumkan, anak saya tetap tidak diterima,” ujarnya.

PSSI Tangsel mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengevaluasi mekanisme jalur prestasi yang dinilai belum berpihak pada atlet berprestasi. “Kalau anak berprestasi ditolak, lalu apa visi misi sekolah? yang juga menyoroti potensi praktik tidak transparan dalam sistem penerimaan.
Merespons polemik ini, Ombudsman RI Perwakilan Banten menyatakan siap menindaklanjuti jika ditemukan indikasi maladministrasi. Hingga kini, pihak Dindikbud dan sekolah terkait belum memberikan klarifikasi resmi.
Agar pendidikannya tidak terputus, Bunga akhirnya didaftarkan ke salah satu SMA swasta. PSSI berharap pemerintah memberikan apresiasi layak sepulang Bunga bertanding di Swedia agar atlet pengibar nama bangsa mendapatkan hak pendidikan yang setara.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.