Menu

Mode Gelap
DPRD Kota Bekasi Dorong Evaluasi dan Komitmen Pendidikan Berkualitas Presiden Prabowo Umumkan Paket Perlindungan Pekerja Pengangguran 7,2 Persen, DPRD Kota Bekasi: Ini Prioritas Darurat Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026 Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji Ascott Jakarta Luncurkan Plesiran di Jakarta

Info Akademia

Cahaya Islam di India, Jejak Peradaban Islam di Negeri Bollywood

badge-check


					FOTO: webinar bertajuk Perbesar

FOTO: webinar bertajuk "Islam in India: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas"

Peradaban Islam kemudian berkembang pesat melalui era Delhi (1206) hingga Kekaisaran Mughal yang mencapai masa keemasan dalam arsitektur dan toleransi beragama di bawah kaisar seperti Jalaluddin Akbar.

Lebih lanjut, Suratno membedah tantangan sistemik yang dihadapi Muslim India saat ini, termasuk rendahnya representasi politik di parlemen yang hanya mencapai 5 persen.

Dia juga membantah adanya konspirasi “Population Jihad” dengan memaparkan data bahwa tingkat kesuburan Muslim di India justru mengalami penurunan tercepat, dari 4,41 menjadi 2,36.

Narasumber utama, Farha Naaz Mansoorie, seorang kandidat PhD bidang nanoteknologi di IIT Roorkee, berbagi pengalaman personalnya menjalani Ramadan di negeri berjuta dewa itu.

“Puasa tahun ini lebih enak karena terjadi pada musim dingin,” kata Farha.

Farha berbagi pengalamannya sebagai siswa Muslim di India, menjelaskan bahwa Ramadhan tidak secara begitu memengaruhi jadwal kegiatannya sambil terus bersekolah dan bekerja di laboratorium sambil berpuasa.

Dia mencatat tantangan merasa kesepian jauh dari keluarga selama Ramadan, tetapi menemukan kenyamanan berpuasa lewat kegiatan  di masjid kampus.

“Kita ada masjid kampus, jadi engga sepi puasanya karena ada bukber sama mahasiswa lainnya dari berbagai negara. Kita ngobrol tentang puasa di negara masing-masing, termasuk pengalaman teman di Indonesia,” tuturnya.

Ia juga menceritakan bagaimana komunitas Muslim di kampus membangun resiliensi sosial selama bulan Ramadan melalui kegiatan masjid yang inklusif bagi siswa internasional.

Farha menekankan bahwa di lembaga pendidikan bergengsi tempatnya bernaung. Ia tidak pernah menghadapi diskriminasi karena identitas agama atau jilbab yang dikenakannya.

“Pendidikan adalah kunci untuk membangun posisi yang kuat dalam masyarakat dan mengatasi ekstremisme,” ujar Farha.

Diskusi juga menyentuh aspek budaya populer dan keseharian, seperti pengaruh aktor Bollywood terhadap masyarakat serta klarifikasi mengenai konsumsi daging di India.

Farha menjelaskan bahwa meskipun daging sapi dilarang di banyak wilayah karena sentimen keagamaan Hindu, daging kerbau umumnya menjadi alternatif yang dikonsumsi oleh komunitas Muslim.

“Kalau makanan halal gampang, dan kalau masalah daging sapi ini memang kadang isunya besar dan memantik konflik, jadi alternatifnya kita ganti dengan daging kerbau,” pungkas Farha.

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

Baca Lainnya

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Anies Baswedan: Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Kecakapan Teknis

13 April 2026 - 01:17 WIB

Anies Baswedan Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi Pada Kecakapan Teknis

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan

13 April 2026 - 01:14 WIB

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan
Trending di Info Akademia