Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

Info Akademia

Bangunan Bersejarah di SMA Negeri 7 Purworejo,Taman Belajar Widyatama Sasana di Resmikan Menparekraf

badge-check


					Bangunan Bersejarah di SMA Negeri 7 Purworejo,Taman Belajar Widyatama Sasana di Resmikan Menparekraf Perbesar

Matras News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke SMA Negeri 7 Purworejo, Jawa Tengah.

Menparekraf memuji kemegahan dan kokohnya bangunan di dalam kompleks SMA tersebut, yang merupakan bangunan cagar budaya dan masih difungsikan dengan peruntukannya hingga kini.

Baca Juga : Kebanggaan Orang Tua Menanti Momen Wisuda Daring STMIK Jakarta STI&K

SMA Negeri 7 Purworejo memiliki luas 4,6 hektare, dulunya merupakan sekolah pendidikan guru pada zaman Belanda atau yang sering disebut HKS (Hollands Kweek School). Bangunan sekolah ini termasuk bangunan kuno yang sarat sejarah. Sudah berdiri sejak tahun 1915, sehingga perlu dilestarikan keberadaannya.

“SMA 7 ini mampu menjadi tujuan wisata di Purworejo. Bagaimana tidak, sudah 106 tahun usianya, namun gedung ini masih bisa berdiri dengan megah, walaupun ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, diperlukan satu sentuhan yang lebih holistik agar bisa menjadi edu tourism atau wisata berbasis edukasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, di SMAN 7 Purworejo, Rabu (23/6/2021) sore.

Baca Juga : Meningkatkan Proporsi Kegiatan Internasional UNS Jalin Kerja Sama dengan UTM

Turut mendampingi Menparekraf, Kepala SMA Negeri 7 Purworejo Niken Wahyuni dan Guru Bahasa Prancis SMAN 7 Purworejo Widyastuti Tri Sulistyorini.

“Hal ini perlu kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tentunya dengan segala keterbatasan yang kita miliki kita ingin mengundang pihak dunia usaha, komunitas untuk bergerak dan berkolaborasi dalam mengembangkan wisata edukasi ini,” lanjutnya.

Menparekraf berharap SMA Negeri 7 Purworejo juga ikut berpartisipasi dalam pengembangan destinasi super prioritas yaitu Borobudur. Kemudian juga, ia mendorong agar para siswa diarahkan untuk masuk ke dalam ekosistem digital.  

“Kebetulan e-sport adalah bidang yang sedang kita dorong ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga Uno juga berkesempatan meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa “Widyatama Sasana”. “Widyatama Sasana” merupakan tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang unggul atau utama.

Baca Juga : Universitas Bakrie Jadi PTS Pertama untuk Kerjasama Bidang Pendidikan

“Widyatama Sasana” ini diharapkan dapat menjadi tempat atau wahana yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar serta bertukar pikiran tentang ilmu pengetahuan bagi masa depan anak bangsa.

Peresmian taman belajar ini ditandai dengan pecah kendi yang dilakukan oleh Menparekraf Sandiaga. Pecah kendi sendiri memiliki makna turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai awal kejayaan, kemakmuran, dan kemasyuran bagi civitas, akademika SMAN 7 Purworejo.

“Kita berharap SMAN 7 Purworejo mampu untuk mencetak individu yang beriman berahlakul karimah, serta menjadi insan yang cerdas dan juga mampu untuk mencapai Indonesia maju dengan membuka lapangan kerja,” u

Baca Lainnya

Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

9 Maret 2026 - 00:28 WIB

Sulis Cinta Rasul Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

Alumni LPDP Ini Pilih Bangun Bisnis Lokal dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

5 Maret 2026 - 01:35 WIB

Dua Pelajar Bekasi Raih Medali di Ajang Internasional

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

Pemerintah DIY Wajibkan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Mulai 2026

27 Februari 2026 - 02:06 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

23 Februari 2026 - 01:58 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima
Trending di Info Akademia