Menu

Mode Gelap
ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998 Sinergi Himbara, BP BUMN Dorong Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Puncak Liburan Long Weekend, KAI Layani 161.028 Pelanggan Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri Denon Dorong ITS Indonesia Jadi Aktor Utama UAM di Regional U.S. Embassy Jakarta Celebrates Maternal Health Achievements in Banten Province

Info Akademia

Bangunan Bersejarah di SMA Negeri 7 Purworejo,Taman Belajar Widyatama Sasana di Resmikan Menparekraf

badge-check


					Bangunan Bersejarah di SMA Negeri 7 Purworejo,Taman Belajar Widyatama Sasana di Resmikan Menparekraf Perbesar

Matras News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke SMA Negeri 7 Purworejo, Jawa Tengah.

Menparekraf memuji kemegahan dan kokohnya bangunan di dalam kompleks SMA tersebut, yang merupakan bangunan cagar budaya dan masih difungsikan dengan peruntukannya hingga kini.

Baca Juga : Kebanggaan Orang Tua Menanti Momen Wisuda Daring STMIK Jakarta STI&K

SMA Negeri 7 Purworejo memiliki luas 4,6 hektare, dulunya merupakan sekolah pendidikan guru pada zaman Belanda atau yang sering disebut HKS (Hollands Kweek School). Bangunan sekolah ini termasuk bangunan kuno yang sarat sejarah. Sudah berdiri sejak tahun 1915, sehingga perlu dilestarikan keberadaannya.

“SMA 7 ini mampu menjadi tujuan wisata di Purworejo. Bagaimana tidak, sudah 106 tahun usianya, namun gedung ini masih bisa berdiri dengan megah, walaupun ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, diperlukan satu sentuhan yang lebih holistik agar bisa menjadi edu tourism atau wisata berbasis edukasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, di SMAN 7 Purworejo, Rabu (23/6/2021) sore.

Baca Juga : Meningkatkan Proporsi Kegiatan Internasional UNS Jalin Kerja Sama dengan UTM

Turut mendampingi Menparekraf, Kepala SMA Negeri 7 Purworejo Niken Wahyuni dan Guru Bahasa Prancis SMAN 7 Purworejo Widyastuti Tri Sulistyorini.

“Hal ini perlu kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tentunya dengan segala keterbatasan yang kita miliki kita ingin mengundang pihak dunia usaha, komunitas untuk bergerak dan berkolaborasi dalam mengembangkan wisata edukasi ini,” lanjutnya.

Menparekraf berharap SMA Negeri 7 Purworejo juga ikut berpartisipasi dalam pengembangan destinasi super prioritas yaitu Borobudur. Kemudian juga, ia mendorong agar para siswa diarahkan untuk masuk ke dalam ekosistem digital.  

“Kebetulan e-sport adalah bidang yang sedang kita dorong ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga Uno juga berkesempatan meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa “Widyatama Sasana”. “Widyatama Sasana” merupakan tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang unggul atau utama.

Baca Juga : Universitas Bakrie Jadi PTS Pertama untuk Kerjasama Bidang Pendidikan

“Widyatama Sasana” ini diharapkan dapat menjadi tempat atau wahana yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar serta bertukar pikiran tentang ilmu pengetahuan bagi masa depan anak bangsa.

Peresmian taman belajar ini ditandai dengan pecah kendi yang dilakukan oleh Menparekraf Sandiaga. Pecah kendi sendiri memiliki makna turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai awal kejayaan, kemakmuran, dan kemasyuran bagi civitas, akademika SMAN 7 Purworejo.

“Kita berharap SMAN 7 Purworejo mampu untuk mencetak individu yang beriman berahlakul karimah, serta menjadi insan yang cerdas dan juga mampu untuk mencapai Indonesia maju dengan membuka lapangan kerja,” u

Baca Lainnya

Buku The Pancasila Market Economy Diluncurkan

13 Mei 2026 - 00:23 WIB

9 Mahasiswa Hamzanwadi Magang di Perusahaan Hotel Raksasa Jepang

12 Mei 2026 - 00:05 WIB

PIER Universitas Paramadina dan KAS Latih 30 Guru Demokrasi

8 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Trending di Info Akademia