Matras News, Bekasi – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bekasi menegaskan bahwa mayoritas kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2024 karena konsleting arus pendek.
“Dari data yang kami himpun per Januari-November 2024 akhir, 60-70 persen mayoritas kebakaran yang terjadi karena konsleting arus pendek,” terang Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Aziz Muslim, Selasa 24/12/2024.
Sambung Aziz, hal ini terjadi karena biasanya warga kurang memperhatikan usia kabel yang mereka miliki hingga kepada pemakaian colokan listrik secara tumpang tindih.
“Kabel itu kan punya masa pakai sekitar 20-30 tahun lamanya, dan hal inilah yang jarang mereka cek biasanya,” ujarnya.
Lanjut dia, selain itu, kurangnya kesadaran warga, perusahaan hingga instansi pemerintahan akan pelatihan penanganan dini kebakaran, juga menjadi latar belakang utama terjadinya kebakaran.
“Kurangnya pemahaman akan penanganan dini kebakaran hingga kepada minimnya kesadaran akan pelatihan kebakaran, menjadi penyebab hal tersebut terjadi, karena mereka biasanya panik ketika menghadapi kebakaran sejak sedini mungkin,” katanya.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada warga sebagai bentuk pencegahan dini agar tetap memperhatikan masa pakai kabel yang mereka gunakan hingga kepada menjaga kebersihan dapur agar tidak menimbulkan peristiwa yang bisa memicu ledakan atau menyulut kebakaran.
“Minimal mereka bisa lebih memperhatikan masa pakai kabelnya hingga kepada menjaga kebersihan di area dapur agar tidak menyulut kebakaran,” imbaunya.
Di tempat yang sama, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Damkar Kota Bekasi, Muhammad Ridwan, juga menekankan pentingnya memiliki pengetahuan dasar tentang memadamkan api ketika kebakaran kecil di area lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami di Damkar Kota Bekasi sendiri sering melakukan pelatihan rutin dan berkala ke warga tentang tatacara penanganan kebakarannya, sehingga warga tidak panik saat ada musibah kebakaran dan bisa melakukan langkah antisipasinya juga sejak sedini mungkin,” tandasnya.
Berdasarkan data kebakaran yang diberikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, tercatat dari Januari hingga November 2024, sebanyak 337 kasus kebakaran terjadi meliputi tempat tinggal, pabrik atau gudang, gedung sekolah, toko atau warung maupun swalayan hingga kendaraan bermotor.











