Menu

Mode Gelap
Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

Gaya Hidup Sehat

dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam Tekankan Bahaya Hepatitis

badge-check

dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam Tekankan Bahaya Hepatitis Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Hepatitis B dan C masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Dijuluki “silent killer”, kedua jenis hepatitis ini sering kali tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap kronis seperti sirosis atau kanker hati.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 28 juta penduduk Indonesia diperkirakan mengidap hepatitis B dan C. Namun, hanya sebagian kecil yang telah terdiagnosis dan mendapatkan perawatan yang memadai. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya edukasi dan skrining yang lebih luas di masyarakat.

dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya hepatitis.

“Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa hepatitis bisa menyerang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika terdeteksi lebih awal, pengobatannya sangat efektif dan kualitas hidup pasien tetap bisa baik,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Selasa (29/7).

Beberapa langkah pencegahan utama meliputi, Skrining rutin untuk deteksi dini, Vaksinasi hepatitis B sejak usia dini, Gaya hidup sehat, seperti menghindari penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah tanpa penyaringan, dan perilaku seksual berisiko, Edukasi sebagai Langkah Awal Pencegahan.

Komitmen terhadap peningkatan kesadaran hepatitis juga disuarakan oleh Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group, melalui inisiatif sosial Holywings Peduli.

“Kami percaya bahwa edukasi merupakan langkah awal yang paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit,” ujarnya.

Dengan upaya berkelanjutan dalam edukasi dan pemerataan akses skrining, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap hepatitis dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

22 Juli 2026 - 00:07 WIB

RS Karunia Kasih Jatiwaringin Jaring Kesehatan Lansia Lewat Komunitas Sepeda

14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kota Bekasi Darurat HIV, Bekasi Utara Kasus Tertinggi

8 Juli 2026 - 02:54 WIB

Kota Bekasi Darurat HIV, Bekasi Utara Kasus Tertinggi

ASEAN4TB Symposium 2026 Perkuat Riset TB di Asia Tenggara

2 Juli 2026 - 16:56 WIB

BMHS Bangun Jembatan Penghubung RS Bunda Jakarta

13 Juni 2026 - 00:10 WIB

Trending di Gaya Hidup Sehat