Menu

Mode Gelap
Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raup Transaksi Rp23,79 Miliar Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi Hadiri HUT ke-1 Danantara, Menteri Ekraf Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor SDIT Ar-Raudhah Bekasi Gelar Ifthar Ramadan

Gaya Hidup Sehat

dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam Tekankan Bahaya Hepatitis

badge-check


					dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam Tekankan Bahaya Hepatitis Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Hepatitis B dan C masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Dijuluki “silent killer”, kedua jenis hepatitis ini sering kali tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap kronis seperti sirosis atau kanker hati.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 28 juta penduduk Indonesia diperkirakan mengidap hepatitis B dan C. Namun, hanya sebagian kecil yang telah terdiagnosis dan mendapatkan perawatan yang memadai. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya edukasi dan skrining yang lebih luas di masyarakat.

dr. Kharina Helhid, dokter dari RS Siloam, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya hepatitis.

“Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa hepatitis bisa menyerang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika terdeteksi lebih awal, pengobatannya sangat efektif dan kualitas hidup pasien tetap bisa baik,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Selasa (29/7).

Beberapa langkah pencegahan utama meliputi, Skrining rutin untuk deteksi dini, Vaksinasi hepatitis B sejak usia dini, Gaya hidup sehat, seperti menghindari penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah tanpa penyaringan, dan perilaku seksual berisiko, Edukasi sebagai Langkah Awal Pencegahan.

Komitmen terhadap peningkatan kesadaran hepatitis juga disuarakan oleh Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group, melalui inisiatif sosial Holywings Peduli.

“Kami percaya bahwa edukasi merupakan langkah awal yang paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit,” ujarnya.

Dengan upaya berkelanjutan dalam edukasi dan pemerataan akses skrining, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap hepatitis dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Campak Serentak Sepanjang Maret 2026

13 Maret 2026 - 02:49 WIB

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar imunisasi kejar campak serentak atau Catch Up Campaign sepanjang Maret 2026

Primaya Hospital Kelapa Gading Luncurkan Layanan GERD dan Dialisis Modern

11 Maret 2026 - 02:14 WIB

Primaya Hospital Kelapa Gading Luncurkan Layanan GERD dan Dialisis Modern

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Trending di Gaya Hidup Sehat