Menu

Mode Gelap
LPG Beralih ke CNG Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor Ekonomi Tumbuh 5,61%, Handi Risza: Belum Semua Warga Rasakan Edamame Premium Siswa SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Dirjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi e-KTP Berpotensi Langgar UU PDP Sentinel Tech Raih Penghargaan di ITTA 2025 AMKI Jaya Bakal Gelar BUMD Awards 2026

Info Akademia

Dua Perguruan Tinggi di Riau Kolaborasi dengan BUMN Bangun Ekoriparian

badge-check


					Dua Perguruan Tinggi di Riau Kolaborasi dengan BUMN Bangun Ekoriparian Perbesar

Matras News, Riau – Dua perguruan tinggi di Provini Riau, yakni Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universitas Lancang Kuning (UNILAK) berkolaborasi dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) membangun ekoriparian.

Ekoriparian yang diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya, ini bertujuan untuk memulihkan kualitas air dan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan fasilitas edukasi lingkungan kepada masyarakat setempat.

“Ekoriparian yang kesekian kali saya meresmikan dan saya kira ini hal yang sangat baik, karena berhubungan langsung dengan rakyat dan relevansi sosial nya sangat tinggi.

Jadi disini ada peran dan manfaat fisik, ada peran dan manfaat ekologis, ada peran dan manfaat sosial budaya ekonomi, ada peran dan manfaat juga arsitektur,” ujar Menteri LHK dalam keterangannya terkait rangkaian peresmian Ekoriparian UMRI dan UNILAK di Pekan Baru, Riau, seperti dilansir pada, Rabu 2 Oktober 2024.

Ekoriparian UMRI mulai dibangun pada 2023 dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang mengolah air limbah dengan kapasitas 13.200 jiwa dan dapat menurunkan beban pencemaran sebesar 16,35 ton Biological Oxygen Demand (BOD) per tahun, serta emisi gas rumah kaca sekitar 206,04 ton setara CO2 per tahun.

Fasilitas yang dikembangkan di ekoriparian ini meliputi ruang terbuka hijau, cafe, foodwaste biodigester, booth UMKM, IPAL, pemanen air hujan, dan kolam indikator berbentuk wetland untuk memperbaiki kualitas air.

“Dari foodwaste biodigester dengan kapasitas 20 kilogram (kg) per hari dapat menyalakan lima tungku kompor selama tiga jam,” katanya.

Sedangkan Ekoriparian di UNILAK mulai dibangun sejak 2022, dilengkapi dengan kawasan konservasi Taman Kehati Arboretum seluas 10 hektare (ha).

“Fasilitas yang dikembangkan di ekoriparian ini meliputi kantin, amphitheater, jogging track, jembatan, dan fasilitas penunjang wisata publik lainnya,” imbuhnya.

Menurut Siti Nurbaya, tingkat relevansi sosial dari ekoriparian terhadap persoalan lingkungan penting untuk diatasi.

Dia menekankan agar dilakukan langkah-langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat dan edukasi yang baik selaras dengan kondisi lapangan.

“Sinergi antara KLHK, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat menghadapi tantangan lingkungan yang ada, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik, lestari, dan berkelanjutan,” tutur Menteri LHK.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Ruby Mulyawan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh KLHK dalam memberikan arahan-arahan terkait pengelolaan dan perlindungan lingkungan di Wilayah Kerja Rokan.

“Dengan diserahkannya Ekoriparian kepada UMRI dan UNILAK semoga dapat dikelola dengan baik secara mandiri untuk dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Riau,” pungkas Ruby Mulyawan.

Baca Lainnya

PIER Universitas Paramadina dan KAS Latih 30 Guru Demokrasi

8 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Trending di Info Akademia