SMK Negeri 1 Bawen membuktikan diri sebagai pionir pendidikan vokasi pertanian berkelas dunia. Melalui model Teaching Factory (TeFa), sekolah ini sukses mengekspor edamame premium ke Jepang, negara dengan standar kualitas tertinggi global.
MATRASNEWS, SEMARANG – Kepala SMKN 1 Bawen, Farida Fahmalatif, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak instan. Para siswa dibimbing menerapkan standar operasional prosedur industri ketat, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen. “Jepang sangat ketat dalam kontrol kualitas. Kami memastikan setiap polong memenuhi parameter ukuran, warna, dan bebas residu pestisida,” ujarnya, Kamis (9/5).
Dengan memanfaatkan lahan seluas 5.000 m², produktivitas edamame mencapai 600–700 kg per 1.000 m². Sekolah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini juga mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) di green house untuk komoditas melon premium dan sayuran hidroponik. Sistem irigasi tetes digital memantau nutrisi, pH, suhu, dan kelembaban secara presisi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kemitraan strategis dengan PT Kelola Agro Makmur. Edamame yang dihasilkan memiliki rasa manis alami dan tekstur renyah konsisten, mampu memenuhi kuota ekspor ke Negeri Sakura. SMKN 1 Bawen kini menjadi contoh nyata bahwa sekolah kejuruan bisa menjadi lokomotif ekspor berbasis sumber daya lokal. (Rudi)
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











