Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Pariwisata

Indonesia Jadi Pemimpin Asean Tourism Forum 2023

badge-check


					Indonesia Jadi Pemimpin Asean Tourism Forum 2023 Perbesar

Matrasnews.com – Indonesia secara resmi menerima tongkat estafet dari Kamboja kepemimpinan dalam Asean Tourism Forum (ATF) untuk periode 2023.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022) mengatakan:

“Amanat ini diserahkan Kamboja dalam perhelatan ATF 2022 yang diselenggarakan di Sihanouksville, Kamboja.”

“Jadi kami menerima tongkat estafet keketuaan Asean Tourism Forum untuk satu tahun ke depan.”

“Rencananya kami akan menyiapkan beberapa kegiatan berkaitan keketuaan kita di Asean Tourism Forum yang nanti puncak acaranya pada Januari 2023 di Yogyakarta,” kata Sandiaga.

BACA: Cara Membuat Jalan Kaki Jadi Olahraga

Sandiaga mengatakan dengan ditunjuknya Indonesia sebagai ketua penyelenggara ATF 2023 di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi puncak momentum pemulihan perekonomian nasional.

Dan regional, pembukaan lapangan kerja, dan menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

“Mudah-mudahan keketuaan Indonesia di ASEAN Tourism Forum ini akan semakin menyiapkan kita untuk kebangkitan ekonomi.”

“Dan juga peluang-peluang ekonomi ini akan diikuti dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang sudah dibutuhkan oleh sektor pariwisata,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, Yogyakarta terpilih sebagai lokasi puncak acara ATF 2023 karena dinilai memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai.

“Ini juga akan kita arahkan sebagai bagian daripada pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur yang sudah diakui sebagai Situs Warisan Dunia Unesco,” katanya.

Sandiaga juga mengungkapkan penunjukan Yogyakarta yang berlokasi relatif dekat dengan DSP Borobudur ini diharapkan dapat memberikan kesan yang mendalam.

Mendalam bagi para delegasi negara-negara ASEAN yang datang berkunjung.

Terutama bagi anggota delegasi asal Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam yang mayoritas beragama Buddha.

“Mudah-mudahan Borobudur ini tidak hanya menjadi destinasi yang populer, namun juga penuh makna.”

“Terutama untuk pasar-pasar seperti Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam karena ada banyak umat Buddha di negara-negara tersebut,” ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan ini, Sandiaga mengapresiasi pembentukan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney sebagai BUMN yang menjadi holding pariwisata di Indonesia.

Mantan Wakil Gubenur DKI Jakarta ini berharap kehadiran InJourney dapat menjadi sarana pembangkit perekonomian nasional dan pembuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi karena ini adalah bentuk langkah yang sangat strategis untuk menyatukan dari segi regulasi, kebijakan, dan eksekusi.”

“Saya berharap ini menjadi suatu awal dan kebijakan yang sangat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu yang sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat yaitu lapangan kerja,” ujarnya.

(her)

Baca Lainnya

Festival Layangan Parangtritis: Merayakan Keindahan Langit dan Pantai

19 Juli 2023 - 12:01 WIB

Menyelami Keindahan Telaga Saat: Destinasi Wisata Alam yang Menenangkan di Puncak Bogor

19 Juli 2023 - 00:10 WIB

Menkominfo Ajak Masyarakat Tingkatkan Kreatifitas & Inovasi, Jadikan Labuan Bajo Destinasi Premium

16 Agustus 2022 - 00:14 WIB

Pariwisata Indonesia Raih Peringkat ke-32 Besar Dunia Menurut WEF

31 Mei 2022 - 00:46 WIB

Jelajahin Livin Sanur Fest 2022, Upaya Bangkitkan Kembali Pariwisata Bali

18 Mei 2022 - 00:14 WIB

Trending di Event