Matras News, Cikarang – Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB) menggelar acara “AI Transformation Festival 2024” di Auditorium ITSB untuk memperkenalkan logo baru yang menjadi simbol transformasi dan inovasi dalam pendidikan teknologi.
Tema yang diusung, “Redefining Technology Education to be a Leader in the Future World,” mencerminkan ambisi ITSB untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Sebagai bagian dari Sinarmas Group dan didukung oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), ITSB berkomitmen untuk menawarkan program studi unggulan di bidang teknologi dan sains, memastikan bahwa lulusannya siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Acara dimulai dengan registrasi dan diikuti oleh penampilan tarian tradisional yang memukau, menciptakan suasana yang meriah.
Selanjutnya, sejumlah pidato inspiratif disampaikan oleh tokoh-tokoh dari Sinar Mas, Swasono Satyo Nugroho, dan dari ITSB, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso dan Prof. Dr. Carmadi Machbub.
Mereka berbagi pandangan tentang pentingnya transformasi pendidikan di era digital. Rektor ITSB juga menyampaikan pidato mengenai visi, misi, dan proses rebranding universitas, menekankan komitmen ITSB terhadap pendidikan berkualitas.
Puncak acara adalah peluncuran logo baru ITSB, disertai dengan pemutaran film pendek berjudul “Our Future Journey,” yang mengilustrasikan perjalanan dan visi masa depan ITSB.
Logo ini dirancang untuk mencerminkan fokus ITSB pada penelitian, teknologi, dan industri yang ramah lingkungan.
Sesi talkshow yang berlangsung mengangkat tema “Bridging Academia and Industry in The AI Era”.
Pembicaranya yaitu Prof. Dra. Gracia Shinta Ugut dan Ridzki Kramadibrata membahas pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam meningkatkan inovasi dan menjawab tantangan zaman.
Acara ini juga menyelenggarakan berbagai kompetisi kreatif, termasuk film pendek dan penulisan, yang bertemakan transformasi ITSB dan implementasi AI.
Pengumuman pemenang dilakukan di akhir sesi, memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berkontribusi dengan ide-ide segar mereka.
Acara ini dihadiri oleh 300 peserta termasuk civitas akademika ITSB, manajemen TechConnect, dosen, mahasiswa, serta guru dari sekolah menengah dan kejuruan.
Dengan memiliki 11 program studi, termasuk program baru Informatika & Sains, ITSB menjalin kerjasama erat dengan pilar bisnis Sinarmas Group.
Ini memberikan peluang bagi lulusannya untuk bergabung dengan perusahaan-perusahaan terkemuka, membuka jalan menuju karir yang menjanjikan.
ITSB juga dikenal dengan program beasiswanya, yang memberikan pendidikan gratis kepada siswa berprestasi, memastikan akses pendidikan berkualitas untuk semua.
ITSB mengundang calon mahasiswa untuk mendaftar dan menjelajahi berbagai program studi yang tersedia. Lulusan ITSB memiliki kesempatan unik untuk berkarir di pilar bisnis Sinarmas
setelah menyelesaikan studi mereka, menegaskan posisi ITSB sebagai pemimpin dalam pendidikan teknologi.
CHRO Digital Tech Business Sinar Mas Multi Artha & Mining Group dan Wakil Ketua Pembina ITSB, P. Swasono Satyo Nugroho menerangkan, acara ini merupakan semangat dari tiga hal yakni, bisnis saint berkepentingan untuk membuat akademi berkolaborasi dengan industri, terangnya pada Jumat 13 Oktober 2024.
Ia juga memaparkan, semua sudah bergerak, kita ingin Akademi ITSB menjadi tulang punggung terutama di bidang teknologi, AI, bulan depan kita akan masuk kesana. Sehingga dapat membekali mahasiswa menjadi lebih nyata di dunia bisnis.
Saat ini era keterbukaan dimana peranan teknologi justru membantu, dan di support oleh teknologi.
Dari sisi bisnis juga banyak kompetesi teknologi yang di dunia akademisi pada saat itu sangat minim.
Akan tetapi pada era ini mengharapkan dari mahasiswa dan dosen untuk mengaplikasikan untuk mengkolaborasikan kampus dengan industri.
“Indusri menjadi berkembang, era teknologi saat ini mengharapkan agar bisnis membekali teman-teman di akademi itu menjadi lebih berkembang skli kompetensi di bidang teknologi dan AI, sehingga ITSB menjadi riset university.
Hal tersebut menjadi sebuah tantangan kami 5-10 tahun kedepan bagaimana riset bisa berkolabirasi dengan industri, sehingga kita dapat menyiapkan anak-anak muda Indonesia dan menyumbang banyak hal untuk bangsa dan negara, papar Swasono Satyo Nugroho.











