Menu

Mode Gelap
LPG Beralih ke CNG Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor Ekonomi Tumbuh 5,61%, Handi Risza: Belum Semua Warga Rasakan Edamame Premium Siswa SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Dirjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi e-KTP Berpotensi Langgar UU PDP Sentinel Tech Raih Penghargaan di ITTA 2025 AMKI Jaya Bakal Gelar BUMD Awards 2026

Info Akademia

Kemenag Terbitkan Panduan Makan Bergizi Gratis di Pesantren


					Kemenag Terbitkan Panduan Makan Bergizi Gratis di Pesantren Perbesar

Matras News, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 10 tahun 2024 tentang Panduan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lingkungan Pesantren.

Surat edaran yang diterbitkan pada 31 Desember 2024 ini ditujukan bagi seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendis, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa penerbitan SE ini merupakan wujud kesiapan seluruh entitas Pendidikan Islam dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo.

“Edaran kali ini kami terbitkan untuk menjadi panduan implementasi MBG di pondok pesantren,” tutur Abu Rokhmad di Jakarta pada, Minggu 5 Januari 2025.

Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, program MBG juga dirancang sebagai sarana penguatan karakter peserta didik.

“Program MBG bukan sekadar inisiatif untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter,” kata Abu Rokhmad.

Melalui program MBG, santri akan dibiasakan mempraktikkan nilai-nilai spiritual (berdoa sebelum dan sesudah makan, etika makan), toleransi dan tenggang rasa (mengantre, berbagi, menghormati sesama), serta tanggung jawab (membawa dan mencuci peralatan makan sendiri).

Berikut poin-poin penting dalam SE Dirjen Pendidikan Islam No 10 tahun 2024 tentang Panduan Program Makan Bergizi Gratis di Lingkungan Pesantren:

1. Pelaksanaan dan Tujuan:

Pimpinan pesantren diharapkan melaksanakan program MBG sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi kesehatan maupun moral peserta didik.

2. Penanaman Nilai Karakter:

Nilai Spiritual:

Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah makan (meningkatkan rasa syukur dan menanamkan kebiasaan baik).

Menerapkan etika makan dan minum: berwudhu, membaca basmalah dan hamdalah, berkumur, makan dengan tangan kanan dan tiga jari, mengambil makanan terdekat, tidak makan sambil berbaring atau berdiri, tidak mencaci makanan, tidak membiarkan makanan jatuh, tidak berlebihan dalam makan, minum dengan tiga tegukan dan basmalah, tidak bernapas dalam bejana, dan tidak minum sambil berdiri.

Toleransi dan Tenggang Rasa:

Menggunakan sistem prasmanan untuk melatih antre dengan tertib, mengambil makanan secukupnya, dan menghormati sesama.

Nilai Tanggung Jawab:

Membiasakan santri membawa dan mencuci peralatan makan sendiri untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, kebersihan, dan kemandirian.

3. Jadwal Pembagian MBG:

  • PaudQu dan Kelas 1-2 SPM/PDF/PKPPS jenjang Ula: Pukul 08.00 waktu setempat.
  • Kelas 3-6 SPM/PDF/PKPPS jenjang Ula: Pukul 09.30 waktu setempat.
  • SPM/PDF/PKPPS jenjang Wustha dan Ulya: Pukul 12.00 waktu setempat.

Abu Rokhmad menekankan agar pimpinan pondok pesantren memanfaatkan program MBG ini untuk memperkuat penanaman karakter bagi para santri.

Baca Lainnya

PIER Universitas Paramadina dan KAS Latih 30 Guru Demokrasi

8 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Trending di Info Akademia