MATRASNEWS, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mencatatkan pencapaian signifikan dalam pembentukan budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan. Sepanjang 2025, sebanyak 21 sekolah meraih penghargaan Adiwiyata, dengan lima di antaranya berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional. Penghargaan tingkat nasional tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Kelima sekolah tersebut adalah SDN Mustikajaya IV, SMPN 7, SMPN 32, SMAN 15, dan SMKN 8 Kota Bekasi. Mereka dinilai berhasil menerapkan pendidikan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan capaian ini selaras dengan visi Kota Bekasi Hijau. “Indikator penilaian Adiwiyata, terutama pengelolaan sampah, sangat mendukung program strategis pemkot,” ujarnya, Selasa (6/1).

Menurut Kiswatiningsih, membangun budaya ramah lingkungan membutuhkan konsistensi dan melibatkan seluruh elemen sekolah. DLH memberikan pendampingan dan dukungan sarana prasarana untuk membantu sekolah mencapai target.
Salah satu peraih nasional, SMAN 15 Kota Bekasi, membangun budaya lingkungan sejak 2023. Kepala Sekolah Khomsatun Rokhyati menjelaskan, pembiasaan dimulai dari hal sederhana, seperti larangan penggunaan wadah sekali pakai dan program “bawa sampah pulang” setiap Jumat.
“Kebiasaan ini dikenalkan sejak MPLS dan dijalankan secara konsisten karena membangun budaya butuh ketekunan,” tegas Khomsatun.
BACA JUGA: Dapat Pendampingan DLH, SMA KORPRI Bekasi Siap Maju Adiwiyata Provinsi
Sekolah tersebut juga telah memiliki fasilitas komposting dan instalasi hidroponik sebagai media pembelajaran. Ke depan, SMAN 15 bersama empat sekolah peraih nasional lainnya ditargetkan naik jenjang ke Adiwiyata Mandiri, dengan syarat harus membina minimal dua sekolah lain.
Pemkot Bekasi mendorong semakin banyak sekolah untuk berpartisipasi dalam program Adiwiyata, sebagai investasi jangka panjang dalam merespons persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah di kota ini.
Cek Berita lain di Google News












