Matras News, Bekasi – Belajar berdemokrasi yang dibalut dalam organisasi, sebanyak 1.211 warga SMAN 5 Bekasi berikan hak suaranya dalam pemilihan Ketua OSIS yang dilakukan secara online.
Kepala SMAN 5 Bekasi, Waluyo menuturkan, pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) yang dilakukan secara online tersebut, tidak lain untuk menumbuhkan proses pembelajaran berdemokrasi dalam lingkungan OSIS dengan menekankan mengurangi penggunaan kertas (Papper Less) dalam proses pemilihannya.
“Kami berkomitmen untuk mengurangi penggunaan kertasnya dan berbasis teknologi dalam pemilihan Ketua OSIS-nya dan kami juga ingin siswa SMAN 5 Bekasi belajar berdemokrasi dalam bentuk berorganisasi,” tegas Waluyo, Kamis 19/12/2024.
Sambung Waluyo, untuk calon Ketua OSIS SMAN 5 Bekasi sebanyak 5 orang yang kemudian dikerucutkan lagi menjadi 3 orang yang pada prosesnya mereka melakukan kampanye mengenai visi serta misi mereka saat terpilih menjadi Ketua OSIS periode berikutnya.
“Para kandidat ini nantinya berkampanye menyampaikan visi serta misinya kepada seluruh pemilih,” jelasnya.
Dengan sistem pemilihan secara online dan berbasis teknologi, yang terlibat langsung pada proses pemilihannya antara lain Kepala Sekolah, siswa, guru, satpam hingga caraka.
“Yang jelas keluarga besar SMAN 5 Bekasi memiliki hak suara untuk menentukan Ketua OSIS berikutnya, dan kami sudah meninggalkan proses pemilihan Ketua OSIS-nya (Pemilos) dimana biasanya menggunakan kertas, saat ini dilakukan secara online,” paparnya.
Waluyo juga menjelaskan, pemilihan Ketua OSIS yang berbasis online dan mengedepankan teknologi serta papper less tersebut dilakukan sesuai dengan memanfaatkan perkembangan IT dan menekan anggaran dalam pelaksanaannya.
“Kami ingin menekan anggarannya saat pelaksanaan pemilihannya dan menggunakan perkembangan IT yang ada saat ini,” pungkasnya.











