Menu

Mode Gelap
Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness” Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

Info Akademia

Peringati Hari Pendidikan Nasional, HOYA Kenalkan Konsep Vision Friendly School untuk Deteksi Miopia Sejak Dini di Lingkungan Sekolah

badge-check


					Peringati Hari Pendidikan Nasional, HOYA Kenalkan Konsep Vision Friendly School untuk Deteksi Miopia Sejak Dini di Lingkungan Sekolah Perbesar

MATRAS NEWS, JAKARTA — Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu, HOYA Lens Indonesia kenalkan konsep terbaru Vision Friendly School yang terintegrasi dalam program MiYOSMART Goes to School, sebagai upaya mendorong sekolah lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mata siswa.

Sekolah Lentera Indonesia di Jakarta Selatan menjadi institusi pendidikan pertama yang menerapkan konsep ini.

Dalam kegiatan ini, para guru mendapatkan pelatihan untuk mengenali gejala awal gangguan penglihatan pada muridnya, terutama miopia (rabun jauh atau mata minus) serta melakukan skrining awal kepada murid.

Pemeriksaan mata gratis juga diberikan kepada lebih dari 350 siswa SD dan SMP, bekerjasama dengan brand optik lokal One O One O Eyewear (Instagram: @one.o.one.o).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lebih dari 50% siswa terdeteksi mengalami miopia, dan sekitar 26% diantaranya terdeteksi mengalami miopia tingkat sedang hingga tinggi.

Kondisi ini dapat berdampak serius pada konsentrasi belajar, prestasi akademik, hingga risiko gangguan penglihatan permanen di kemudian hari jika tidak ditangani dengan tepat.

Head of Marketing & Admission Sekolah Lentera Indonesia Dian Michelle Setiawan mengatakan, program ini membuka wawasan kami bahwa guru memiliki peran penting dalam mendeteksi dini gangguan penglihatan.

“Dengan pelatihan yang diberikan, guru jadi lebih siap mengambil tindakan yang tepat dan cepat saat melihat gejala miopia pada siswa.” Ucap Dian.

Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta, sekaligus Pengawas Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Selatan Dr. Ester Ekarista Sinambela, M.Pd, menambahkan, Kami sangat mendukung program ini karena membantu guru lebih peka terhadap kesehatan penglihatan siswa. Saat ada gejala gangguan refraksi seperti miopia, guru dapat menjadi pihak pertama yang menyadarinya.

“Namun, peran orang tua juga sangat penting untuk segera membawa anak ke pemeriksaan lanjutan agar tidak berdampak pada proses belajar mereka. Harapannya, program ini bisa dijalankan di lebih banyak sekolah di Jakarta,” ujar Ester.

Hal senada dikatakan Marketing Lead HOYA Lens Indonesia Nihla Azkiya, Sekolah adalah tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Karena itu, lingkungan sekolah punya peran besar dalam membentuk kebiasaan sehat, termasuk dalam menjaga kesehatan penglihatan mereka.

Miopia pada anak cenderung berkembang pesat di usia sekolah. Jika tidak ditangani, risiko menjadi miopia tinggi dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak dini atau bahkan kebutaan.

MiYOSMART, lensa kacamata terapi inovatif dari HOYA, telah terbukti secara klinis dapat mengoreksi sekaligus menahan pertumbuhan miopia pada anak hingga rata-rata 60%, menjadikannya solusi yang efektif untuk perlindungan penglihatan anak jangka panjang.

HOYA mengajak lebih banyak sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Dengan kolaborasi antara pendidik, orang tua dan komunitas, bisa menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan mampu melihat masa depan mereka dengan lebih jelas.

Untuk informasi lebih lanjut terkait program ini, hubungi [email protected] atau kunjungi laman Instagram @hoya_id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang

9 Februari 2026 - 00:51 WIB

Pelatihan Kepemimpinan Guru Perempuan Malang

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan

5 Februari 2026 - 01:01 WIB

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan

Paramadina Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Sepatu Nasional untuk Pelajar

4 Februari 2026 - 01:49 WIB

Paramadina Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Sepatu Nasional untuk Pelajar

PATA Indonesia Chapter Gelar Event International Day of Education 2026

2 Februari 2026 - 01:14 WIB

IMG 20260201 WA0013 copy 836x597

Penelantaran Rumah Tangga dalam Perspektif Hukum, Ini Kata Prof.Dr. Faisal Santiago Universitas Borobudur

1 Februari 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260131 WA0019 copy 1043x665
Trending di Info Akademia
error: Matras News