Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Pariwisata

Penyaluran KUR Sektor Parekraf Capai Rp 120 T

badge-check


					Penyaluran KUR Sektor Parekraf Capai Rp 120 T Perbesar

Matrasnews.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat ‘KUR’ sektor pariwisata dan ekonomi kreatif hingga 17 Desember 2021 mencapai Rp 120,75 triliun.

Jumlah penyaluran KUR tersebut naik jika dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp 80,09 triliun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan, penyaluran KUR di 2021 didominasi oleh bank himbara seperti BRI, Mandiri dan BNI. Selain itu juga di beberapa bank daerah. 

“KUR ini banyak dari BRI, Bank Mandiri, BNI, BRI Syariah dan BPD Jawa Tengah,” kata Sandiaga Uno dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/12).

BACA: Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Singapura, Langkah Resmi Gapai Pasar Internasional

Berdasarkan data, penyaluran kredit melalui BRI sebanyak Rp 54,74 triliun dengan debitur 2,18 juta kreditur. Disusul Bank Mandiri dengan nilai Rp 11,41 triliun dengan 126,5 ribu debitur.

Kemudian, dari BNI menyalurkan Rp 8,74 triliun untuk 48,3 ribu kreditur. BRI Syariah menyalurkan Rp 2,13 triliun dengan 53 ribu debitur. Sedangkan BPD Jawa Tengah menyalurkan Rp 1,10 triliun untuk 9.523 debitur.

Adapun tiga subsektor parekraf dengan realisasi KUR terbesar yakni jasa makanan dan minuman yang mencapai Rp 42,31 triliun dengan 1,42 juta kreditur.

Disusul jasa konsultasi wisata sebesar Rp 11,89 triliun dengan jumlah debitur 406.256 kreditur. Terakhir sektor penyedia akomodasi sebanyak Rp 3,28 triliun dengan 41.608 kreditur.

“Dari sub sektor pariwisata terbesar dari jasa makanan dan minuman, jasa konsultasi wisata dan penyedia akomodasi,” kata dia.

Sementara itu dari sisi ekonomi kreatif terbesar dari sektor fesyen yang mencapai Rp 13 triliun dengan jumlah kreditur 398.147. Lalu disusul sektor kuliner mencapai Rp 2,77 triliun dengan 109.789 kreditur serta sektor kriya yang mencapai Rp 1,73 triliun dengan jumlah debitur 52.804 kreditur.

Berdasarkan provinsi, 5 daerah dengan realisasi KUR tertinggi diantaranya Jawa Barat dengan nilai kredit Rp 14,9 triliun, Jawa Tengah Rp 14,5 triliun, Jawa Timur Rp 12,6 triliun. Disusul Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,44 triliun dan Sumatera Utara Rp 3,41 triliun.

Sandiaga menuturkan berbagai data tersebut bukan soal besar atau kecil. Melainkan harapan yang akan menjadi tren pemulihan ekonomi sektor pariwisata di tahun 2022.

“Dibelakang angka ini ada manusia dari sektor parekraf yang jumlahnya lebih dari 34 juta jiwa,” kata dia mengakhiri.

(her)

Sumber Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Layangan Parangtritis: Merayakan Keindahan Langit dan Pantai

19 Juli 2023 - 12:01 WIB

Menyelami Keindahan Telaga Saat: Destinasi Wisata Alam yang Menenangkan di Puncak Bogor

19 Juli 2023 - 00:10 WIB

Menkominfo Ajak Masyarakat Tingkatkan Kreatifitas & Inovasi, Jadikan Labuan Bajo Destinasi Premium

16 Agustus 2022 - 00:14 WIB

Pariwisata Indonesia Raih Peringkat ke-32 Besar Dunia Menurut WEF

31 Mei 2022 - 00:46 WIB

Jelajahin Livin Sanur Fest 2022, Upaya Bangkitkan Kembali Pariwisata Bali

18 Mei 2022 - 00:14 WIB

Trending di Event