Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

Info Akademia

Pimpinan PTS se-Jakarta Bahas Strategi Tingkatkan Daya Saing di Forum Urun Rembuk


					Pimpinan PTS se-Jakarta Bahas Strategi Tingkatkan Daya Saing di Forum Urun Rembuk Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama Universitas Paramadina menggelar Urun Rembuk Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan tema “Menata Arah Perguruan Tinggi Swasta yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Forum yang diadakan di Kampus Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/9), menjadi ruang dialog strategis bagi pimpinan PTS se-DKI Jakarta untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi ke depan.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. “Kemajuan pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial. Wadah konstruktif ini untuk menyaring aspirasi para pimpinan PTS dalam merespons tuntutan peningkatan mutu, transformasi digital, dan penyelarasan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Sekretaris Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Ir. Wijayanto Samirin, menggarisbawahi peran PTS sebagai bentuk sociopreneurship. “Orientasinya bukan sekadar profit, tetapi dampak sosial dan peradaban,” katanya. Ia mendorong iklim usaha dan regulasi yang lebih sederhana serta adil bagi PTS agar dapat berkontribusi maksimal.

Majalah Matras scaled

Dukungan terhadap penguatan PTS juga datang dari legislator dan pemerintah. Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amalia, menyebut PTS adalah mitra strategis negara dalam pemerataan pendidikan. Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, Prof. Mukhamad Najib, mengungkapkan komitmen pendanaan riset untuk PTS yang mencapai 60% dari alokasi kementerian.

“Porsi ini sudah lebih besar daripada PTN, tetapi ini bukan persaingan. Paradigmanya adalah kolaborasi melalui berbagai kerja sama tridharma,” tegas Prof. Najib. Ia mencontohkan program fast track, konsorsium riset, dan KKN kolaboratif sebagai bentuk sinergi konkret.

Rektor Universitas Yarsi, Prof. Dr. H. Fasli Jalal, yang hadir sebagai narasumber, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan peran signifikan PTS dalam sistem pendidikan nasional. “Dari sekitar 9,8 juta mahasiswa di Indonesia, 46% berada di PTS. PTS adalah mitra strategis negara dalam menyiapkan SDM unggul dan inovatif,” ujarnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat roadmap peningkatan daya saing PTS, mendorong inovasi, dan memastikan keberlanjutan peran strategis sektor swasta dalam mendidik generasi bangsa.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Pemerintah Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman

23 Januari 2026 - 03:06 WIB

Pemerintah Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman

Intensitas Hujan Tinggi, Disdik Kota Bekasi Wacanakan Pembelajaran Daring

23 Januari 2026 - 03:01 WIB

Intensitas Hujan Tinggi, Disdik Kota Bekasi Wacanakan Pembelajaran Daring

SMP Negeri 17 Bekasi Deklarasi Anti Perundungan Angkatan ke-5

22 Januari 2026 - 02:22 WIB

IMG 20260122 WA0003 copy 715x477

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

15 Januari 2026 - 01:09 WIB

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026

14 Januari 2026 - 02:05 WIB

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026
Trending di Info Akademia
error: Matras News