Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Info Akademia

Pimpinan PTS se-Jakarta Bahas Strategi Tingkatkan Daya Saing di Forum Urun Rembuk

badge-check


					Pimpinan PTS se-Jakarta Bahas Strategi Tingkatkan Daya Saing di Forum Urun Rembuk Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama Universitas Paramadina menggelar Urun Rembuk Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan tema “Menata Arah Perguruan Tinggi Swasta yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Forum yang diadakan di Kampus Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/9), menjadi ruang dialog strategis bagi pimpinan PTS se-DKI Jakarta untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi ke depan.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. “Kemajuan pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial. Wadah konstruktif ini untuk menyaring aspirasi para pimpinan PTS dalam merespons tuntutan peningkatan mutu, transformasi digital, dan penyelarasan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Sekretaris Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Ir. Wijayanto Samirin, menggarisbawahi peran PTS sebagai bentuk sociopreneurship. “Orientasinya bukan sekadar profit, tetapi dampak sosial dan peradaban,” katanya. Ia mendorong iklim usaha dan regulasi yang lebih sederhana serta adil bagi PTS agar dapat berkontribusi maksimal.

Dukungan terhadap penguatan PTS juga datang dari legislator dan pemerintah. Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amalia, menyebut PTS adalah mitra strategis negara dalam pemerataan pendidikan. Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, Prof. Mukhamad Najib, mengungkapkan komitmen pendanaan riset untuk PTS yang mencapai 60% dari alokasi kementerian.

“Porsi ini sudah lebih besar daripada PTN, tetapi ini bukan persaingan. Paradigmanya adalah kolaborasi melalui berbagai kerja sama tridharma,” tegas Prof. Najib. Ia mencontohkan program fast track, konsorsium riset, dan KKN kolaboratif sebagai bentuk sinergi konkret.

Rektor Universitas Yarsi, Prof. Dr. H. Fasli Jalal, yang hadir sebagai narasumber, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan peran signifikan PTS dalam sistem pendidikan nasional. “Dari sekitar 9,8 juta mahasiswa di Indonesia, 46% berada di PTS. PTS adalah mitra strategis negara dalam menyiapkan SDM unggul dan inovatif,” ujarnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat roadmap peningkatan daya saing PTS, mendorong inovasi, dan memastikan keberlanjutan peran strategis sektor swasta dalam mendidik generasi bangsa.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Anies Baswedan: Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Kecakapan Teknis

13 April 2026 - 01:17 WIB

Anies Baswedan Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi Pada Kecakapan Teknis
Trending di Info Akademia