Menu

Mode Gelap
Pesawat ATR 42-400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Dekat Maros Warung Tekko Kalibata Hadirkan Nuansa Baru Kuliner Pelatih John Herdman Coret Jay Idzes untuk Piala AFF 2026 Bali Zoo Akhiri Atraksi Tunggang Gajah, Beralih ke Konservasi Edukatif Rano Karno Ungkap Minat Komunitas Madura untuk Bongkar Tiang Monorel Motor Trail Listrik Talaria Komodo Paling Buas Resmi Meluncur

Info Akademia

Universitas Brawijaya Kampanyekan Perang Terhadap Judol dan Pinjol Ilegal


					Universitas Brawijaya Kampanyekan Perang Terhadap Judol dan Pinjol Ilegal Perbesar

Matras News, Malang – Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mendeklarasikan perang terhadap judi online (Judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal sebagai komitmen untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab, sejalan dengan upaya pemerintah memberantas kejahatan digital.

Deklarasi ini dibacakan oleh Rektor UB, Prof. Widodo, pada puncak acara Dies Natalis UB yang disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid.

“Deklarasi ini adalah wujud nyata peran Universitas Brawijaya sebagai bagian dari masyarakat akademik dalam menciptakan generasi muda yang kompeten di bidang digital dan memperkuat ekosistem digital nasional.

Majalah Matras scaled

Ini juga sejalan dengan visi Indonesia menuju generasi emas 2045,” ujar Rektor Universitas Brawijaya dalam keterangannya di Malang, Jawa Timur, pada Minggu 5 Januari 2025.

Isi Deklarasi Anti Judi Online dan Pinjol Ilegal Universitas Brawijaya antara lain:

  1. Dukungan Penuh terhadap Pemerintah

UB berkomitmen mendukung pemerintah dalam memberantas judi online dan pinjaman online ilegal yang merusak nilai sosial dan ekonomi masyarakat.

  • Pemanfaatan Teknologi secara Bijaksana

UB berjanji untuk menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab demi kemajuan tanpa merugikan pihak lain.

  • Pengembangan Talenta Digital

UB mendukung pengembangan talenta digital untuk memperkuat ekosistem digital nasional demi mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam transformasi digital global.

Menkomdigi memuji langkah UB yang menjadi pelopor dalam mendukung pemberantasan kejahatan digital.

“Peran institusi pendidikan sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif teknologi jika disalahgunakan,” tegas Meutya Hafid.

Deklarasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk ikut mengambil bagian dalam upaya kolektif menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat di Indonesia.

Baca Lainnya

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

15 Januari 2026 - 01:09 WIB

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026

14 Januari 2026 - 02:05 WIB

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekjen PGRI Berharap Gaji Guru Dinaikan

14 Januari 2026 - 01:51 WIB

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekjen PGRI Kota Bekasi Berharap Gaji Guru Dinaikan

Menilik Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Jelang Pendaftaran SNBP 2026

14 Januari 2026 - 01:41 WIB

Menilik Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Jelang Pendaftaran SNBP 2026

IFP Dukung Inovasi Guru di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Teknologi Perkuat Pembelajaran

13 Januari 2026 - 01:02 WIB

SMK Muhammadiyah 1 Pandaan
Trending di Info Akademia
error: Matras News
Majalah Matras