Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Info Akademia

Universitas Paramadina Soroti Pentingnya Mentransformasi Ikrar

badge-check


					Universitas Paramadina Soroti Pentingnya Mentransformasi Ikrar Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, Universitas Paramadina menyoroti pentingnya mentransformasi ikrar menjadi kerja nyata bagi bangsa.

Refleksi ini berakar pada pemikiran pendirinya, almarhum Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur), yang menekankan Sumpah Pemuda sebagai panggilan untuk berkarya.

Chairman The Lead Institute Universitas Paramadina, Dr. Suratno, menegaskan bahwa menurut Cak Nur, Sumpah Pemuda adalah penegasan kembali komitmen kebangsaan atau ‘aqdun dan iqrorun.

“Tetapi tentu saja, dan kemudian lebih penting lagi adalah follow-up dari akad dan ikrar itu; yakni kerja-kerja nyata kita untuk bangsa tercinta,” ujar Suratno dalam siaran pers, Rabu (26/10).

Ia mendorong generasi muda bahu-membahu membangun bangsa dan keluar dari berbagai keterpurukan. Menurutnya, kerja dan karya adalah elemen penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang makmur dan cerdas.

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti semangat nasionalisme ala Cak Nur sebagai perekat bangsa. Ia menyatakan Indonesia telah sukses membangun kebersamaan dalam keanekaragaman.

Namun, Didik mengingatkan bahwa tantangan demokrasi yang dikhawatirkan Cak Nur masih relevan. “Jiwa kerdil yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya masih dominan di bangsa ini,” tuturnya.

Lebih jauh, pemikiran Cak Nur menempatkan pemuda bukan sekadar kelompok usia, melainkan subjek sejarah. Pemuda sejati adalah mereka yang memiliki idealisme, keberanian berpikir merdeka, dan kemauan memperbaiki keadaan.

Prof. Didik menegaskan, Paramadina akan terus berupaya menumbuhkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berintegritas, mewarisi nilai-nilai pendirinya. “Kemajuan bangsa sangat bergantung pada generasi muda yang mampu memadukan iman, ilmu, dan kerja keras,” pungkasnya.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Anies Baswedan: Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Kecakapan Teknis

13 April 2026 - 01:17 WIB

Anies Baswedan Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi Pada Kecakapan Teknis
Trending di Info Akademia