“Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Wamen dan berharap dukungan Kementerian Ekraf dapat memperkuat ekosistem kreatif di kawasan kami, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi seniman lokal untuk memperkenalkan kekayaan tradisi kita ke mancanegara,” jelas Raja Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati.
Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Ekraf dalam memadukan inovasi modern dengan nilai-nilai lokal.
Melalui sinergi ini, kementerian merangkul keluarga kerajaan sebagai penjaga identitas budaya, guna memastikan Ubud tetap menjadi pusat seni dunia yang tangguh di era globalisasi.
Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara, serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esa Putera.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











