Menu

Mode Gelap
LPG Beralih ke CNG Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor Ekonomi Tumbuh 5,61%, Handi Risza: Belum Semua Warga Rasakan Edamame Premium Siswa SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Dirjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi e-KTP Berpotensi Langgar UU PDP Sentinel Tech Raih Penghargaan di ITTA 2025 AMKI Jaya Bakal Gelar BUMD Awards 2026

Info Akademia

Yayasan Bakti Barito, KitaBisa dan Happy Heart Bangun Sekolah Terdampak Gempa Garut

badge-check


					Yayasan Bakti Barito, KitaBisa dan Happy Heart Bangun Sekolah Terdampak Gempa Garut Perbesar

Matras News, Garut – Setelah gempa bumi dahsyat yang melanda Garut, Jawa Barat, berbagai kalangan masyarakat Indonesia Yayasan Bakti Barito, KitaBisa dan Happy Heart bersama-sama membangun kawasan tersebut. Salah satunya SDN 3 Barusari dan SDN 4 Barusari yang terletak di kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Upaya yang dipimpin Yayasan Bakti Barito, Happy Hearts Indonesia, dan Kitabisa ini bertujuan memperbaiki infrastruktur sekolah untuk kegiatan belajar mengajar yang aman bagi 220 siswa. Pembangunan kembali ini diproyeksikan akan selesai dalam di akhir tahun.

Gempa bumi di Garut memiliki dampak yang cukup besar di kedua sekolah tersebut, sehingga perlu dukungan untuk pembangunan kembali.

Menurut sebuah studi tentang dampak bencana gempa bumi terhadap sektor pendidikan, gempa bumi Jawa yang terjadi pada tahun 2006 telah menyebabkan kemunduran yang signifikan.

Para siswa yang terkena dampak kehilangan hampir satu tahun masa sekolah. Mereka memiliki kemungkinan 10%-11% lebih kecil untuk menyelesaikan wajib belajar.

Langkah-langkah penanggulangan perlu untuk memitigasi dampak yang lebih besar di sektor pendidikan.

Yayasan Bakti Barito, Happy Hearts Indonesia dan Kitabisa bekerjasama dalam kampanye yang menargetkan penggalangan dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk membiayai rekonstruksi kedua sekolah yang terkena dampak gempa bumi ini.

Dana tersebut untuk pembangunan gedung sekolah baru, menggunakan bahan bangunan tahan gempa.

Bahan bangunan menggunakan antara lain, batu bata dari plastik daur ulang sebesar 9,4 ton yang juga akan mengurangi sekitar 22 ton emisi karbon.

Selain itu, Yayasan Bakti Barito juga memimpin kampanye aktivasi digital Kitabisa untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan kembali ini.

“Dengan melibatkan masyarakat Indonesia di seluruh negeri dan memanfaatkan platform kami, kami bertujuan untuk membangun kembali sekolah-sekolah ini yang berdasarkan pada ketahanan dan keberlanjutan,” ujar Edo Irfandi, Direktur Kitabisa.org

Fifi Pangestu, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito menjelaskan,memiliki prioritas untuk segera memulihkan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa, “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh.

Membangun kembali sekolah-sekolah ini dengan material yang tahan gempa akan memastikan proses pemulihan dapat terjadi dengan cepat dan membangun stabilitas belajar mengajar jangka panjang bagi anak-anak di Garut,” terang Fifi.

“Dengan menggunakan batu bata plastik daur ulang, kami membangun kembali dengan lebih baik dan menetapkan tolok ukur baru untuk upaya pemulihan bencana di masa depan,” kata Sylvia Beiwinkler, CEO Happy Hearts Indonesia.

Baca Lainnya

PIER Universitas Paramadina dan KAS Latih 30 Guru Demokrasi

8 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Trending di Info Akademia