Menu

Mode Gelap
BPH Migas Minta Masyarakat Lapor Penyalahgunaan BBM Subsidi 7 Universitas Korea Selatan Gandeng Indonesia, Rekrut 1.000 Mahasiswa Leo Club Jakarta Kharisma Ajak Anak Disabilitas Bermain di Kidzania PSN Papua Selatan Disorot Akademisi: Abaikan Hak Masyarakat Adat ITS Ciptakan Alat Deteksi Minyak Babi, Hanya Rp10 Ribu per Strip Pelemahan Rupiah ke Dolar Singapura Jadi Alarm Baru

Info Akademia

7 Universitas Korea Selatan Gandeng Indonesia, Rekrut 1.000 Mahasiswa

badge-check


					7 Universitas Korea Selatan Gandeng Indonesia, Rekrut 1.000 Mahasiswa Perbesar

CEO NK Global Holdings, Kim Joon Hwan, menambahkan bahwa G7CC Indonesia 2026 bukan sekadar pameran pendidikan, melainkan strategi kemitraan jangka panjang Indonesia–Korea Selatan. Kerja sama ini diperkuat melalui pendekatan multipihak yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan industri. Seleksi peserta, pengumuman beasiswa, dan pengurusan visa akan berlangsung Juni–Agustus 2026, sebelum perkuliahan dimulai September 2026.

Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Anna Kurniati, Ph.D., mengapresiasi komitmen mitra dari Korea Selatan. “Kami berharap diskusi ini berkembang menjadi program kerja sama nyata, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, institusi pendidikan, serta sistem kesehatan kedua negara,” kata Anna.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Albert Yudha Poerwadi, menyebut seminar ini momentum penting memperkuat kerja sama pendidikan tenaga kesehatan. “Kegiatan ini menjadi wadah perguruan tinggi kedua negara menjajaki kolaborasi konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas institusi, dan mempersiapkan tenaga kesehatan menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Indonesia (APKESI) sekaligus Direktur Poltekkes Bandung, Dr. Pramita Iriana, S.Kp., M.Biomed, menegaskan 38 Poltekkes memiliki visi yang sama. “Fokus kolaborasi wajib berada di ranah Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan teknologi kesehatan,” tutupnya.

Dengan kolaborasi kuat antara institusi pendidikan, pemerintah, dan industri, G7CC Indonesia 2026 diharapkan menjadi model kerja sama pendidikan internasional yang menjawab tantangan demografi sekaligus membuka peluang karier global bagi generasi muda Indonesia. Seminar diadakan di Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI pada 31 Mei 2026.

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

 

 

Baca Lainnya

PSN Papua Selatan Disorot Akademisi: Abaikan Hak Masyarakat Adat

1 Juni 2026 - 00:27 WIB

ITS Ciptakan Alat Deteksi Minyak Babi, Hanya Rp10 Ribu per Strip

1 Juni 2026 - 00:07 WIB

Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?

28 Mei 2026 - 01:08 WIB

University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional

19 Mei 2026 - 00:04 WIB

Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

18 Mei 2026 - 01:37 WIB

Trending di Info Akademia