Ruang Ilmiah bagi Generasi Peneliti
Symposium ASEAN4TB 2026 tidak hanya menjadi ajar deklarasi kebijakan tetapi juga forum ilmiah. Puluhan peneliti, klinisi, dan mahasiswa dari berbagai negara mempresentasikan hasil riset melalui sesi oral dan e-poster. Topik yang diangkat mencakup diagnosis, pengobatan, epidemiologi, kesehatan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Sesi presentasi itu membuka peluang kolaborasi lintas institusi sekaligus memperkuat jejaring ilmiah di Asia Tenggara. “Visi dari inisiatif ini adalah mempertemukan negara-negara ASEAN untuk berkoordinasi, berdiskusi, dan mengembangkan penelitian kolaboratif yang bermakna,” tambah Prof. Nicholas.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed, Sp.P(K), menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan delegasi. “Kami merupakan salah satu pemangku kepentingan pendiri AMSN ASEAN4TB. Kami berharap seluruh peserta melanjutkan langkah ini karena kita harus terus bergerak maju untuk mewujudkan One Region, One Goal: End TB,” ucapnya.
Tentang ASEAN4TB
ASEAN4TB merupakan jaringan kolaborasi Tuberkulosis di Asia Tenggara yang diprakarsai fakultas kedokteran anggota AMSN dan didukung ARCF. Dipimpin Universitas Indonesia, ASEAN4TB menjadi wadah penguatan jejaring akademik, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi riset guna mendukung eliminasi TB di kawasan. Dengan semangat One Region, One Goal: End TB, ASEAN4TB berkomitmen melahirkan solusi berbasis bukti bagi tantangan Tuberkulosis di Asia Tenggara.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.