Advertisement Section

Sudin Kebudayaan Jaktim Gelar Kolaborasi Seni Budaya Nusantara

Matrasnews.com – Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur menggelar acara bertajuk BATTLE Budaya, merupakan perpaduan 2 Seni Budaya yang berbeda, di kolaborasikan dalam satu panggung antara Betawi dan Batak, yang di suguhkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kegiatan yang di selenggarakan pada Rabu 29 September 2021, di hadiri oleh Drs. H. Hasanudin M.S.E. Kasudin kebudayaan Jakarta Timur, Fajar Harijaya S.E.M.M. Kasie Pemanfaatan Sudin Jakarta Timur, Ir.Veroni Sembiring, M.S.E. Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki Dinas kebudayaan DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur mengatakan,” Terkait dengan acara ini tujuannya adalah membangkitkan kembali pelaku seni budaya karena adanya pandemi Covid -19, yang hampir selama 2 tahun ini terhenti,” katanya.

“Dan Juga mencoba suatu Gerakan dan mengkolaborasikan seni budaya yang terdampak Covid-19, bukan hanya seni budaya betawi saja yang terdampak pandemi Covid-19, tapi juga seni budaya lain yaitu batak.

“Nanti dengan waktu yang akan datang mencoba menggelar acara seni budaya lainnya untuk mencoba mengkolaborasikan seni budaya betawi dan budaya nusantara lainnya. Agar ini dapat menjadi tontonan yang mungkin bisa memberikan pemahaman seni budaya nusantara lainnya, bahwa DKI Jakarta tidak hanya melestarikan budaya betawi saja, tetapi juga melestarikan budaya nusantara,”Ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan pada sela latihan beberapa hari lau, dalam acara ini memberikan apresiasi kepada Suku Dinas Kebuyaaan Jakarta Timur atas terselenggaranya acara ini, Mudah-mudahan acara ini dapat menjadi contoh untuk Suku Dinas Kebudayaan lainnya yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

Fajar Harijaya.Kasie Pemanfaatan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur,” menambahkan Ibu Kota Provinsi DKI Jakarta memiliki keragaman budaya yang berbeda maka perlu adanya pengembangan, perlindungan dan penciptaan seni budaya nusantara lainnya.

“Sebagai warisan cagar seni budaya perlu di lestarikan, Ibukota Provinsi DKI Jakarta sebagai central akan terus melakukan kegiataan guna melestarikan budaya-budaya lain baik di tingkat walikota maupun tingkat provinsi, “ucapnya.

(*) Ac

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *