Rencana Pengembangan dan Harga Terjangkau
Tim tidak hanya fokus pada minyak babi. Ruri bersama tim berencana mengembangkan alat serupa untuk mendeteksi berbagai bahan pemicu alergi pada makanan. “Bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Ke depan, tim peneliti ITS berkomitmen memproduksi alat ini secara mandiri. Saat dipasarkan, strip pendeteksi ini diperkirakan dijual sekitar Rp10 ribu per strip untuk sekali penggunaan. “Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar,” ujarnya.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











