Menu

Mode Gelap
Menko Yusril Bantah Pembenaran Persekusi terhadap Transpuan KAI Gencar Edukasi Keselamatan kepada Pelajar Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI Atlet Berprestasi Internasional Gagal Tembus SMA Negeri Kementerian Ekraf Raih WTP, Siap Dorong Investasi Sektor Kreatif Perumda Tirta Patriot Secara Resmi Kelola Aset Perumda Tirta Bhagasasi

Info Akademia

Ruangguru Kini Hadirkan Ruanglesonline dengan Layanan Konsultasi 24 Jam melalui WhatsApp

badge-check

Ruangguru Kini Hadirkan Ruanglesonline dengan Layanan Konsultasi 24 Jam melalui WhatsApp Perbesar

Matrasnews.com – Pandemi COVID-19 masih menghantui masyarakat dunia hingga saat ini. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, di Indonesia sendiri tren kasus harian COVID-19 cenderung menurun dengan penambahan kasus positif di bawah 300 kasus per 1 Desember 2021. Namun, dengan munculnya varian baru Omicron, pemerintah mengambil beberapa langkah antisipasi dan memperketat protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19.

Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah memperpanjang PPKM Jawa-Bali mulai 30 November 2021 sampai dengan 13 Desember 2021. Sejumlah daerah di Jabodetabek mengalami peningkatan menjadi PPKM level 2. Pemerintah pun senantiasa menghimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Hal ini turut berdampak pada dunia pendidikan Indonesia, dengan terbatasnya kegiatan belajar mengajar yang bisa dilakukan secara tatap muka, tantangan-tantangan yang dialami siswa saat PJJ masih terus berlangsung hingga saat ini. Bagi sekolah-sekolah yang telah menerapkan PTM pun, siswa hanya dapat masuk sekolah tiga hari dalam seminggu dengan kapasitas kelas lima puluh persen, sehingga sebagian besar kegiatan belajar-mengajar masih berlangsung secara daring.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membawa tantangan tersendiri bagi siswa. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebanyak 77,8% siswa menyebutkan kesulitan mengerjakan tugas yang banyak sebagai masalah terbesar yang mereka hadapi saat PJJ.

Dari survei yang sama, ditemukan sejumlah 79,9% siswa menyatakan interaksi dengan guru sangat minim ketika PJJ berlangsung dan interaksi hanya terjadi saat guru memberikan tugas. Fenomena ini dapat menyebabkan penurunan minat dan motivasi belajar siswa yang akan menimbulkan learning loss atau kemunduran proses akademik.

Guna menghindari learning loss dan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama saat PJJ, siswa memerlukan bimbingan belajar tambahan di luar pendidikan formal. Namun, orang tua siswa tidak dapat selalu mendampingi anak-anaknya saat belajar dikarenakan adanya tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab lain serta kurang menguasai materi yang dipelajari anak.

Selain itu, dengan adanya pembatasan kegiatan dalam situasi pandemi ini, siswa juga kesulitan untuk mengikuti bimbingan belajar offline atau mendatangkan guru privat ke rumah karena adanya pertimbangan faktor keamanan dan kesehatan.

Maka, sebagai solusi dari permasalahan tersebut, Ruangguru kini menambahkan fitur baru dalam ruanglesonline, yaitu layanan konsultasi 24 jam seputar materi pelajaran dengan mitra pengajar ruanglesonline melalui live chat. Konsultasi online yang dapat diakses melalui WhatsApp ini memudahkan siswa untuk mengatasi kesulitan belajar kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhannya.

“Hingga kini, situasi pandemi masih jauh dari usai, sehingga seluruh masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan keamanan diri. Namun, meskipun demikian, pendidikan tidak dapat dikorbankan. Kita harus mencari solusi belajar yang dapat menunjang pendidikan formal siswa dan mendampingi mereka selama proses PJJ agar siswa tetap dapat belajar secara efektif serta meminimalisir dampak learning loss,” tutur Ignatius Untung Surapati, VP Marketing Ruangguru.

Produk ruanglesonline hadir sebagai teman belajar yang fleksibel, praktis, dan selalu ada, tanpa harus menentukan jadwal pertemuan terlebih dahulu, khususnya saat mendekati masa-masa ujian di mana siswa membutuhkan pendampingan belajar ekstra menghadapi banyaknya materi yang dipelajari.

Produk ruanglesonline tersedia untuk berbagai mata pelajaran jenjang SD-SMA dan dapat diakses di WhatsApp dengan mengetik “TANYA SOAL” lalu mengirimkannya ke nomor 0815-7815-0000 atau dengan mengunjungi http://bit.ly/tanyarlo. Selain itu, produk ini juga dapat ditemukan dalam aplikasi Ruangguru.

Cara penggunaannya sangat mudah, siswa cukup memfoto soal atau materi pelajaran yang ingin dibahas dan mengirimkannya melalui kolom chat. Dalam waktu singkat, siswa akan terhubung dengan mitra pengajar yang tersedia dan dapat memulai konsultasi seputar materi pelajaran. Untuk memudahkan komunikasi, pengajar dan siswa juga dapat mengirim rekaman suara. Setiap sesi konsultasi memerlukan 1 koin yang bisa didapatkan di WhatsApp, aplikasi Ruangguru (Android), situs web Ruangguru, serta platform e-commerce Shopee dan Tokopedia.

(red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI

21 Juli 2026 - 00:05 WIB

Kampus Merah Putih: Mengukur Dampak Diskursus, Bukan Sekadar Ranking

20 Juli 2026 - 00:04 WIB

Gubernur DKI Jakarta Resmikan Gedung SMA Labschool Ciracas

20 Juli 2026 - 00:02 WIB

60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang

17 Juli 2026 - 07:41 WIB

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur

9 Juli 2026 - 00:09 WIB

Trending di Info Akademia