Data menunjukkan bahwa Paramadina secara konsisten hadir dalam berbagai forum penting. Mulai dari diskusi kritis mengenai tata kelola dana abadi pendidikan Danantara, hingga menyelenggarakan konferensi internasional tentang demokrasi dan perdamaian. Kehadiran ini semakin diperkuat dengan inisiatif diskusi daring yang melibatkan pakar lintas sektor, seperti yang dilakukan dalam menyikapi kebijakan Koperasi Merah Putih.
Jika diukur berdasarkan pengaruh terhadap kebijakan publik nasional, AI menempatkan Paramadina dalam lima besar bersama UI, UIN Jakarta, Atma Jaya, dan Trisakti. Hal ini sejalan dengan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional Jusuf Kalla, yang menilai kampus ini aktif memberikan kajian-kajian substantif bagi persoalan bangsa.
Pergeseran dari “ranking potensi” ke “ranking dampak” ini menjadi sinyal baru bagi dunia pendidikan tinggi. Di tengah pusaran angka dan akreditasi, kontribusi nyata dalam mencerdaskan ruang publik tampaknya mulai mendapatkan tempatnya.

Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.