Untuk mengatasi hal tersebut, Handi mengusulkan pembentukan Dana Abadi Perguruan Tinggi Swasta (Endowment Fund for Private Higher Education) sebagai instrumen investasi jangka panjang berbasis kinerja. Dukungan tersebut perlu diberikan kepada PTS yang memiliki tata kelola baik, mutu akademik tinggi, produktivitas riset kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan pembentukan Dana Abadi Perguruan Tinggi Swasta,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong transformasi peran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menjadi pendamping peningkatan mutu, fasilitator kolaborasi riset, dan akselerator internasionalisasi. Pemerintah juga perlu menyusun peta jalan pembangunan pendidikan tinggi yang terukur menuju Indonesia Emas 2045 dengan indikator kinerja jelas.

“Reformasi pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai secara serentak dari reformasi tata kelola, reformasi pembiayaan, hingga reformasi ekosistem inovasi,” pungkas Handi.
Ikuti berita terkini di Google News















Komentar ditutup.